Powered By Blogger

Rabu, 11 Maret 2015

STIFIn Jay Tsunami, Genetika Manusia dikalibrasi dengan Al-Qur'an, yang sebelumnya diketahui Makaanat lewat TES STIFIn


Arti Makaanat Oleh Farid Poniman adalah Ujung Kemampuan Terbaik Manusia

Al Quran; Pengkalibrasi Mikrokosmos dan Makrokosmos

oleh Ust Uus Mauluddin



Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda tanda (kebesaran) kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tidak cukupkah ( bagi kamu ) bahwa Robb-mu menjadi saksi atas segala sesuatu? (TQS Fushshilat (41):53 ).

Sebelum memperhatikan makrokosmos marilah kita memperhatikan mikrokosmos yang dengannya semoga kita semakin kenal dan dekat dengan robb- kita sebagaimana dalam perkataan Imam Al Ghozali man ‘arofa nafsahu ‘arofa robbahu !
Manusia adalah makhluk yang sangat sempurna ( fii ahsani taqwiim ), kesempurnaan itu dimulai dari yang terlihat oleh mata yaitu jasad dan yang tak nampak dari penglihatan biasa salah satunya adalah Gen. Gen adalah anugrah dari Alloh subhanhu wata’ala yang luar biasa yang berada dalam inti sel, yang mana dalam tubuh manusia terdapat triliunan sel ( rata rata orang dewasa memiliki kurang lebih 70 triliun sel ), maka ada triliunan gen yang terbagi dalam miliaran jenis gen dalam tubuh kita. Hal ini pula yang menjadikan kapasitas memori pada orang normal dapat mencapai 280 kuintibiliun. Sungguh hal yang luar biasa ketika kita memahami bahwa tubuh kita dikendalikan oleh gen yang sangat kecil ( sel memiliki diameter rata rata 10 mikron – satu micron 10­­-6 m ).

Setiap sel yang ada dalam tubuh kita memiliki jumlah gen yang sama, gen pada kulit sama dengan yang ada pada rambut, begitu pula sel yang ada di usus, jantung , paru paru dan sebagainya akan tetapi luarbiasanya walaupun memiliki gen yang sama gen gen kuku tetap mengendalikan kuku tidak pernah berpindah ke jantung, usus dan yang lainnya mereka terus ON pada garis edarnya ( kullun fii falakin yasbahuun ) dan tidak pernah OFF dan tidak pernah melakukan pemberontakan. Seandainya mereka berontak maka akan terjadi kekacauan dalam tubuh kita, subhanalloh, maha suci Alloh atas segala makhluknya.  

Semua organ dalam tubuh manusia dibangun dengan sebuah perencanaan dan mekanisme yang sempurna yang digariskan gen. menurut para ahli peta gen dalam tubuh manusia adalah sebagai berikut;
Bagian Tubuh
Jumlah Gen
Otak
29.930 gen
Kulit
2.559  gen
Mata
1.794  gen
Kelenjar ludah
183 gen
Jantung
6.216  gen
Dada
4.001  gen
Paru paru
11.581  gen
Hati
2.309  gen
Usus
3.838  gen
Otot kerangka
1.911  gen
Sel darah
22.902  gen
  
 
Penyusun Genetik Manusia
 
Hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa gen yang berada dalam otak manusia melebihi yang lainnya dan ini menunjukkan bahwa organ dominan dalam tubuh manusia adalah otak, sehingga penulis berkesimpulan bahwa kajian tentang otak merupakan hal yang sangat unik dan mengkalibrasinya merupakan hal mutlak sehingga dengan baiknya ia secara otomatis akan memberikan dampak yang luar biasa ( Daya Jalar ) kepada seluruh organ tubuh yang lain dan penulis menggunakan kerangka teori STIFIn Personality dalam menyingkap hal ini, adapun urutan huruf dalam gen menentukan struktur seorang manusia hingga bagian terkecil, selain seperti tinggi badan, mata, rambut, dan warna kulit, gen juga mengandung rancangan 206 tulang, 600 otot, jaringan 10.000 otot pendengaran, jaringan 2 juta saraf penglihatan, 100 miliar sel saraf, dan kurang lebih 70 triliun sel dalam tubuh, selain itu gen mampu mengatur semua fenomena biologis dalam tubuh dan mengatur hormone apa saja yang harus dihasilkan oleh kelenjar tertentu, dan juga mengatur enzim apa yang harus diproduksi untuk keperluan kimia yang dibutuhkan tubuh. Subhanalloh wal hamdulillal walaa ilaha illaloh wallohu  akbar.
Gen dibentuk oleh untai ganda DNA, karenanya pembahasan tentang gen harus kita mulai dengan memahami DNA terlebih dahulu, DNA terbentuk dari dua rantai nukleotida sangat panjang yang mengandung empat macam basa yaitu adenin ( A ), guanin ( G ), timin ( T ) dan sitosin ( S ), rantai rantai tersebut disatukan oleh ikatan hydrogen antar basa, dimana adenine berikatan dengan timin ( A – T ) dan guanine dengan sitosin ( G – S ).

Ada beberapa proses yang terjadi dalam DNA yaitu transkripsi dan translasi, transkipsi adalah proses pembentukan RNA dari untai ganda DNA, sedangkan translasi adalah pembentukan rantai polipeptida protein dengan dasar cetakan yang ada pada RNA dari hasil proses transkripsi diatas. 

Pada saat transkipsi kedua, untai ganda DNA akan terpisah, salah satu dari kedua rantai tersebut akan berperan sebagai pola pembentukan RNA, sedangkan untai yang lain akan non aktif. Setelah terpisah, bakal RNA akan membentuk basa basa sesuai dengan pasangannya yang diantara fungsi fungsi RNA adalah sebagai messenger dan transfer, bedanya bila dalam DNA adenine berikatan dengan timin maka dalam RNA adenine berikatan dengan urasil.
Walaupun susunan dasar RNA sama dengan DNA, namun antara keduanya ada 3 perbedaan;
1.     Gula deoksiribosa tidak dipakai dalam RNA tetapi menggunakan jenis gula lain yang sedikit berbeda
2.     Timin digantikan oleh urasil jadi RNA ada empat basa yakni adenine ( A ), urasil ( U ), guanine ( G ), sitosin ( S )
3.     Bila DNA terdiri atas sepasang untai maka RNA hanya terdiri atas satu untai.
Jenis jenis RNA inilah yang nantinya sangat berperan dalam sintesis proteinyang merupakan bahan dasar hormone dan enzim yang denganya reaksi reaksi kimiawi dalam tubuh dapat berlangsung sebagaimana mestinya demi menopang kehidupan biologis manusia. Subhanalloh
Apakah gen biasa diubah? Ada sebuah anekdot yang pernah penulis dengar dimana diceritakan ada seorang Profesor yang sangat pandai tapi berwajah kurang bagus dia berniat memperbaiki keturunan agar kelak keturunannya jenius dan berwajah menawan, maka dia cari wanita yang sangat cantik menawan akan tetapi dia secara kafasitas otak dan kepintaran sangat jauh dari harapan, maka menikahlah mereka berdua wal hasil jauh dari harapan anak yang dilahirkan tidak rupawan dan bodoh, astaghfirulloh wa naudzhu billah, pertanyaannya apakah hal itu mungkin terjadi? Sangat mungkin hal itu terjadi karen Hukum ON – OFF yang telah kita bahas, sekarang kita berharap bagaimana caranya agar meng -ON –kan gen gen positif dan meng-OFF-kan gen gen  Negatif ?
Beberapa puluh tahun yang lalu  para ilmuwan meyakini bahwa gen gen yang dimiliki tumbuhan, binatang dan manusia memiliki prinsip kerja  yag sama. Para ahli mengatakan 99 DNA manusia dengan makhluk yang lainnya sama yang membedakan kurang dari 1 % dan itulah yang disebut dengan snips.

Mudahnya begini, kenapa manusia sangat membutuhkan kalibrasi sementara makhluk yang lain seolah tidak? maka jawabanya adalah karena manusia memiliki otak ( pikiran ), dan suasana berfikir inilah yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikis, hal ini sangat wajar sebagaimana kita ketahui bahwa gen yang paling dominan pada manusia adalah yang ada di otak yang berjumlah  29.930 gen sehingga ia sangat wajar jika menjadi komandan/driver nya.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda; sesungguhnya dalam tubuh manusia ada mudghoh, jika ia baik maka baiklah seluruh anggota tubuhnya dan jika ia buruk maka buruklah semua anggota tubuhnya, dialah hati ( HR……..)

Hati itu bukanlah jantung ! penulis semakin yakin ketika memperhatikan apa yang dikatakan oleh Abu Laila dalam mushonnaf Ibnu Abi Syaibah ( vol 1, hal 321 no. 3670 ) ia berkata; ketika engkau membaca Al Quran, dengarkanlah oleh telingamu karena hati berada ditengah antara lisan dan telinga. Pernyataan ini unik karena seolah beliau menegaskan bahwa hati itu merepresentasikan seluruh belahan otak, sementara belahan belahannya merupakan bala tentara yang siap beroprasi kapanpun.

Sebuah penelitian melakukan ekperimen terhadap orang yang baru saja meninggal kemudian dipisahkan antara kepala dan jasadnya kemudian dipertontonkan kepada kepala yang sudah terpisah itu, film yang sangat mengharukan dan ternyata kepala yang sudah dipisahkan dari jasadnya itu pun mennagis, hal ini mengundang sebuah kesimpulan, berarti organ yang berfungsi untuk mengamati, merasa dan bahkan menyimpulkan sehingga kesimpulan akhirnya adalah menangis bukanlah jantung akan tetapi otak. Sementara jantung hanyalh berfungsi secara ragawi sebagai sirkulator darah dalam tubuh, maka pantas dalam Al Quran, Alloh subhanahu wata’ala ketika menyiknya seseorang kelak di hari akhir yang ditarik itu bukanlah jantungnya akan tetapi pusat kendali yang berfungsi memutuskan, Setelah melakukan penelitian, akhirnya para ilmuwan menemukan sebuah kesimpulan; Bahwa, otak bagian depan yang terletak pada ubun-ubun itulah yang paling bertanggung jawab karena ia memiliki daya eksitasi yang sangat rendah bahkan terhadap kebenaran sekalipun.

Kesimpulan ini, sebenarnya tergolong sangat telat jika dibandingkan dengan apa yang sudah diisyaratkan oleh Allah swt. dalam firman-Nya dalam Alquran. Bagian otak tersebut disebut Alquran dengan nama ‘nashiyah’ atau ubun-ubun.

Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl:
Allah swt. berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 15 dan 16.
 “Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
Al-Quran memberikan sifat كاذبة خاطئة (mendustakan lagi durhaka). Kenyataan seperti inilah yang ditemukan para ilmuwan pada masa sekarang ini dengan menggunakan pemindaian resonansi magnetik.

Maha Suci Allah Yang telah menyatakan fakta ini yang menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang baru ditemukan pada masa sekarang ini.
Khotiah dan kadzibah inilah yng saya maksud dengan meng-OFF-kan hal hal positif dan meng-ON-kan hal hal negatif sehingga dengannya kita bisa memformulasikan sebagai berikut;
  
KALIBRASI: Scanning - Reprogramming - Installing ==>
==> Kualitas hidup


Proses kalibrasi Al Quran  dengan installing dan scanning menjadikan pikiran/alqolbu semakin positif ( Erbe Sentanu dalam Quantum Ikhlas memetakannya dengan; positif thinking, positif feeling dan positif acting ) sehingga dengannya kualitas hidup semakin meningkat.

Orang orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh, ingatlah hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tentram. ( TQS Ar ro’du (13):28 ).

Sebagai tambahan wawasan, pada tahun 2003, Kazuo Murakami seorang ahli genetika Jepang, Dr. Lee S. Berg dan lain lain,  melakukan sebuah penelitian dan hasilnya menyatakan bahwa untuk mengubah ( meng-ON atau meng-OFF-kan ) gen hanya dengan menjaga suasana hati yang diliputi keyakinan, kegembiraan, optimism, da berfikir secara positif.

Selain para ahli genetika para psikologpun meyakini bahwa fenomena biologis bukanlah benda mati yang sama sekali tidak dapat diubah, penelitian Pavlop mendukung pendapat ini, Pavlop menggunakan anjing untuk membuktikannya, sebelum anjing diberi daging, dibunyikan bel olehnya. Hal itu dilakukan oleh Pavlop berulang ulang sehingga suatu saat setiap dibunyikan bel, anjing itu akan mengeluarkan air liur walaupun tanpa diberi daging. Hal ini menunjukan teori rangsangan (Eksitasi - Inhibisi ) terhadap sesuatu yang memetakan aktifitas biologis masing masing.

Dan Shiego Nozawa seorang ilmuwan Jepang mengatakan; pada manusia keadaan fikiran adalah lingkungan mereka, keadaan bahagia atau sehat berasal dari pikiran, orang orang mungkin menganggap bahwa sebuah tipe lingkungan tertentu adalah ideal, namun sesungguhnya setiap lingkungan yang dianggap baik oleh seseorang maka akan menjadi bermanfaat, tidak ada lingkungan yang secara mutlak baik atau buruk. Pendapat ini bias kita simpulkan bahwa baik buruknya lingkungan tergantung bagaimana pikiran kita menilainya.
Adapun kajian tentang otak penulis tidak akan membahasnya disini hanyasannya penulis menyarankan untuk mengkaji langsung kepada buku STIFIn Personality yang ditulis oleh Farid Poniman dan kurang lebih kesimpulannya adalah sebagai berikut;

PERBANDINGAN KAJIAN
DNA
Pavlop
C.G. Jung
Ned Herman
Paul Maclean
Gol Darah
STIFIn
Adenin
Eksitasi tinggi
Inhibisi rendah
Sensing
Limbik kiri
Otak Mamalia
AB
Sensing
Guanin
Eksitasi rendah
Inhibisi tinggi
Thinking
Neokorteks Kiri
Otak Insani
A
Thinking
Timin
Eksitasi rendah
Inhibisi rendah
Intuition
Neokorteks Kanan
Otak Insani
B
Intuiting
Sitosin
Eksitasi tinggi
Inhibisi tinggi
Feeling
Limbik Kanan
Otak Mamalia
O
Feeling
RNA
Tanpa eksitasi & Inhibisi: spontan
-
-
Otak Reptil
AB/A/B/O
Insting
Adapun yang perlu penulis tekankan dari perbandingan kajian ini adalah dari apa yang penulis sebutkan dengan proses kalibrasi dengan Al Quran yaitu memberikan daya scanning hayati dan installing berbagi macam hal yang positif, dan bukan berarti satu surat cocok atau tidak cocok untuk personality tertentu akan tetapi yang kami maksudkan adalah ketika disebutkan surat tertentu yang diidentikkan dengan personality tertentu artinya orang yang memiliki personality dominan tersebut memiliki dosis lebih untuk berinteraksi dengannya adapun bagi orang yang personalitynya berbeda tetap membutuhkan sebagai daya untuk melihat dan mensilkulasikan kehidupan. Wallohu ‘alam.

2 komentar:

  1. anda keliru kalau pusat kesadaran ada di otak. qolbu itu bukan otak tetapi jantung, penelitiannya juga sudah ada, bahwa jantung itu punya otak otonom dan fungsinya jauh lebih kompleks dari otak, otak itu hanya salah satu pasukannya. Imam ghozali juga juga menyatakan qalbu itu jantung bukan otak.di Hadits yg diriwayatkan Bukhori....qolbu itu menentukan kesadaran manusia. Logika dasar...apa yg lebih dahulu tercipta jantung atau otak ? Jantung.....tanya pada dokter yg ekspert

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda bicara kesadaran pada level yang berbeda. Manusia terdiri dari 3: badan, jiwa, dan ruh. Dan yang tertinggi adalah level ruhani. Kalau orang sudah levelnya setinggi itu, sudah bahagia, sukses, dan merasa cukup, maka dia tidak begitu membutuhkan level kesadaran di bawahnya yaitu level kesadaran fisik (badan dan panca indera) dan level kesadaran jiwa (otak dan seluruh sistemnya). Sebagaimana hadits "Jika baik maka baiklah seseorang, jika buruk maka buruklah seseorang, itulah hati (qalbu/jantung)". Tapi kalau seseorang masih bingung hidupnya, maka sangat dianjurkan meningkatkan kesadaran jiwanya, salah satunya melalui ilmu STIFIn. Kesadaran fisikpun tercakup dalam konsep STIFIn. Bahkan jika berhasil, konsep STIFIn semakin menaikkan level kesadaran ruhani manusia. Karena ilmunya yang selaras dengan Al Qur'an dan Hadits.

      Hapus